Cara Memperbaiki Baterai Laptop yang Cepat Habis

Salah satu kelebihan dari komputer laptop adalah sifatnya yang portable dan mudah dibawa, tidak seperti PC Desktop, namun apa jadinya kalau laptop harus selalu terhubung dengan charger karena baterainya cepat habis? Merepotkan bukan? Dalam artikel ini DosenIT akan membahas beberapa cara untuk memperbaiki baterai laptop yang cepat habis, berikut ulasannya.

Dinginkan Baterai Laptop Dalam Lemari Pendingin

Ini merupakan cara termudah untuk memperbaiki baterai laptop yang cepat habis, baterai laptop menjadi cepat habis salah satunya disebabkan oleh cells didalamnya yang mengalami overheat (panas berlebih) oleh karena itu tindakan untuk mendinginkan cells dalam baterai laptop dalam beberapa kasus menjadi solusi yang tepat.

Alat yang dibutuhkan diantaranya:

  • Lemari Pendingin (dengan kondisi freezer yang masih baik)
  • Plastik Es (usahakan yang cukup tebal dan tidak berlubang)
  • Tali (sebaiknya berbahan karet seperti karet gelang)

Langkah-langkah perbaikan:

  1. Masukkan baterai laptop yang bermasalah kedalam plastik es, atur letaknya sedemikian rupa sehingga baterai tertutup sempurna dan tidak ada kebocoran pada plastik, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi sirkuit dalam baterai menjadi basah yang akan sangat berbahaya ketika digunakan (dimasukkan kedalam laptop) karena berpotensi terjadi konsleting listrik pada baterai.
  2. Setelah baterai terbungkus sempurna, ikat dengan kuat dan rapi dengan tali karet hingga plastik tidak berubah, sebagai alternatif Anda dapat menggunakan selotip untuk memastikan tidak ada sedikitpun udara yang masuk menembus plastik dan mengenai baterai, dengan kata lain baterai harus dalam keadaan kedap udara.
  3. Kemudian masukkan baterai yang telah terbungkus sempurna dengan plastik tebal kedalam lemari es, usahakan masukkan kebagian freezer (pembeku) yang telah diatur untuk mendukung temperatur pembekuan (biasanya dibawah 0 derajat selsius), biarkan baterai dalam freezer seharian atau semalaman, jika memungkinkan hingga satu atau dua hari.
  4. Jika langkah diatas telah dirasa cukup, keluarkan baterai (yang masih dalam keadaan terbungkus plastik es) dari freezer, keluarkan baterai dari plastik es dengan hati-hati, karena pada bagian ini plastik yang membungkus baterai biasanya akan membeku dan bila tidak hati-hati baterai akan terkena cairan es (yang meleleh) saat dikeluarkan dari plastik.
  5. Setelah baterai dikeluarkan dari plastik pembungkus, temperatur baterai akan sangat rendah (dingin), pada tahap ini jangan langsung memasukkan baterai kedalam laptop karena akan sangat beresiko mengalami kerusakan total pada baterai atau bahkan pada laptop.
  6. Simpan baterai ditempat yang bersuhu ruangan atau Anda dapat menyimpannya ditempat yang agak hangat seperti diatas televisi, Anda juga dapat menjemurnya dibawah terik matahari namun dalam hal ini tidak Saya sarankan karena bila komponen elektronik dalam keadaan dingin kemudian secara ekstrim dipanaskan dibawah terik matahari kemungkinan akan berpengaruh negatif terhadap komponen didalamnya.
  7. Setelah temperatur baterai telah kembali normal dan dipastikan tidak ada cairan (basah) yang menempel apalagi pada bagian sirkuitnya, Anda dapat memasukkannya kedalam laptop lalu di charge selama enam hingga delapan jam, pada tahap ini saya sarankan laptop jangan dulu dinyalakan.
  8. Setelah tahap charging dirasa cukup, cabut charger lalu nyalakan laptop dan periksa apakah baterai laptop masih tetap boros atau tidak, pengujian dapat dilakukan dengan mengukur waktu saat laptop mulai dinyalakan hingga muncul warning pertama (10% kapasitas baterai tersisa), warning kedua (5% kapasitas baterai tersisa) hingga laptop mati (dan biasanya hibernate).
  9. Baterai laptop dalam keadaan penuh biasanya dapat bertahan hingga 3 jam dengan pemakaian normal, namun untuk baterai laptop yang telah lama dan terindikasi mengalami kerusakan walaupun tidak sampai rusak total biasanya dapat bertahan selama satu hingga satu-setengah jam dengan pemakaian normal.

Demikian cara memperbaiki baterai laptop yang cepat habis, tidak semua orang memiliki kapasitas untuk melakukan perbaikan sebagaimana dijelaskan dalam cara pada poin dua, konsultasikan dengan orang yang ahli dan Anda percaya sebelum mengambil tindakan yang beresiko,semoga berhasil.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *