Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Cara Jitu Membuat Pupuk Organik di Rumah: Panduan Lengkap

10 Cara Jitu Membuat Pupuk Organik di Rumah: Panduan Lengkap

Membuat pupuk organik di rumah bukan hanya menghemat pengeluaran, tapi juga memberikan banyak manfaat bagi tanaman dan lingkungan. Pupuk organik kaya akan nutrisi alami dan mikroorganisme yang membantu meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan tanaman, dan ketahanan terhadap hama penyakit.

Berikut 10 cara jitu membuat pupuk organik di rumah dengan mudah dan murah:

1. Pupuk Kompos:

Bahan:

  • Sisa tanaman (daun kering, rumput, kulit buah, dll.)
  • Kotoran hewan (kotoran sapi, kambing, ayam)
  • Sekam padi
  • Dedak padi
  • Air

Langkah-langkah:

  1. Campurkan semua bahan dengan perbandingan 2:1:1:1:1 (sisa tanaman:kotoran hewan:sekam padi:dedak padi:air).
  2. Aduk rata dan pastikan semua bahan tercampur sempurna.
  3. Buat tumpukan kompos di wadah yang teduh dan memiliki drainase yang baik.
  4. Jaga kelembaban kompos dengan menyiramnya secara berkala.
  5. Tutup tumpukan kompos dengan terpal plastik atau daun pisang untuk menjaga suhu dan kelembaban.
  6. Aduk kompos setiap 2-3 minggu untuk membantu proses penguraian.
  7. Pupuk kompos siap digunakan dalam 3-6 bulan, ditandai dengan tekstur yang gembur, berwarna cokelat kehitaman, dan beraroma tanah.

Tips:

  • Anda dapat menambahkan EM4 (Effective Microorganisms 4) untuk mempercepat proses penguraian dan meningkatkan kualitas pupuk kompos.
  • Hindari menambahkan daging atau minyak goreng ke dalam kompos karena dapat menimbulkan bau busuk dan menarik hama.
  • Simpan pupuk kompos di tempat yang kering dan terhindar dari sinar matahari langsung.

2. Pupuk Organik Cair (POC):

Bahan:

  • Kotoran hewan (kotoran sapi, kambing, ayam)
  • Urine hewan
  • Air cucian beras
  • Gula merah
  • EM4

Langkah-langkah:

  1. Campurkan 1 kg kotoran hewan, 1 liter urine hewan, 1 liter air cucian beras, 100 gram gula merah, dan 10 ml EM4 ke dalam wadah.
  2. Aduk rata dan tutup rapat wadah.
  3. Fermentasikan campuran selama 3-7 hari di tempat yang teduh.
  4. Setelah fermentasi selesai, encerkan POC dengan air dengan perbandingan 1:10.
  5. Siramkan POC ke tanaman secara rutin, baik pada akar maupun daun.

Tips:

  • Gunakan POC yang masih segar dan hindari POC yang sudah berbau busuk.
  • Simpan POC di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung.
  • POC dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman, seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias.

3. Pupuk Bokashi:

Bahan:

  • Sisa tanaman (daun kering, rumput, kulit buah, dll.)
  • Kotoran hewan (kotoran sapi, kambing, ayam)
  • Dedak padi
  • EM4

Langkah-langkah:

  1. Campurkan semua bahan dengan perbandingan 10:5:1:1 (sisa tanaman:kotoran hewan:dedak padi:EM4).
  2. Aduk rata dan pastikan semua bahan tercampur sempurna.
  3. Buat tumpukan bokashi di wadah yang teduh dan memiliki drainase yang baik.
  4. Jaga kelembaban bokashi dengan menyiramnya secara berkala.
  5. Tutup tumpukan bokashi dengan terpal plastik atau daun pisang untuk menjaga suhu dan kelembaban.
  6. Aduk bokashi setiap 2-3 hari untuk membantu proses penguraian.
  7. Pupuk bokashi siap digunakan dalam 1-2 minggu, ditandai dengan tekstur yang gembur, berwarna cokelat kehitaman, dan beraroma tanah.

Cara penggunaan:

  • Taburkan bokashi di sekitar tanaman atau campurkan dengan tanah sebelum menanam.
  • Bokashi membantu meningkatkan kesuburan tanah dan menyediakan nutrisi bagi tanaman.

4. Pupuk Kascing:

Bahan:

  • Cacing tanah (cacing sutra, cacing kalung)
  • Sisa makanan organik (sayuran, buah-buahan, ampas teh/kopi)
  • Kotoran hewan (kotoran sapi, kambing, ayam)
  • Sekam padi

Langkah-langkah:

  1. Siapkan wadah yang cukup besar untuk cacing tanah hidup dan berkembang biak.
    • Masukkan cacing tanah ke dalam wadah.
    • Lapisi dasar wadah dengan sekam padi untuk menjaga kelembaban.
    • Tambahkan sisa makanan organik yang sudah dicacah halus di atas sekam padi.
    • Hindari memberikan sisa makanan yang mengandung minyak, daging, atau olahan susu.
    • Jaga kelembaban kascing dengan menyemprotkan air secara berkala.
    • Panen kascing dapat dilakukan setelah 3-4 bulan, ditandai dengan kascing yang sudah penuh dan banyak terdapat cacing anakan.

    Cara penggunaan:

    • Pisahkan kascing dari media tumbuh (sisa makanan dan sekam padi). Kascing dapat langsung digunakan sebagai pupuk atau dicampur dengan tanah terlebih dahulu.
    • Kascing kaya akan unsur hara dan mikroorganisme bermanfaat yang dapat menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.

    5. Pupuk Mulch:

    Bahan:

    • Rumput kering
    • Daun kering
    • Serbuk kayu

    Cara penggunaan:

    • Tebarkan mulch di sekitar tanaman dengan ketebalan 5-10 cm.
    • Mulch berfungsi menjaga kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan menjaga suhu tanah tetap stabil.
    • Mulch yang terurai lambat laun akan menjadi pupuk organik bagi tanaman.

    6. Pupuk Kompos Wormer:

    Bahan:

    • Kompos yang sudah jadi
    • Cacing tanah

    Cara penggunaan:

    • Campurkan kompos dengan cacing tanah ke dalam wadah yang cukup besar.
    • Cacing tanah akan menguraikan kompos lebih lanjut menjadi kascing yang kaya nutrisi.
    • Anda bisa memanen kascing secara berkala dan menggunakannya sebagai pupuk tanaman.

    7. Pupuk Kulit Telur:

    Bahan:

    • Kulit telur ayam

    Langkah-langkah:

    1. Cuci bersih kulit telur dan keringkan di bawah sinar matahari.
    2. Haluskan kulit telur menjadi bubuk kasar.

    Cara penggunaan:

    • Taburkan bubuk kulit telur di sekitar tanaman atau campurkan dengan tanah sebelum menanam.
    • Kulit telur mengandung kalsium yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman dan pembentukan bunga serta buah.

    8. Air Rebusan Sayuran:

    Bahan:

    • Air sisa rebusan sayuran organik

    Cara penggunaan:

    • Dinginkan air rebusan sayuran terlebih dahulu.
    • Siramkan air rebusan sayuran ke tanaman secara rutin.
    • Air rebusan sayuran mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

    9. Kompos Daun:

    Bahan:

    • Daun kering

    Langkah-langkah:

    1. Kumpulkan daun kering dari halaman atau sekitar rumah.
    2. Cacah halus daun kering atau biarkan utuh.
    3. Buat tumpukan daun kering di tempat yang teduh dan memiliki drainase yang baik.
    4. Jaga kelembaban tumpukan daun dengan menyiramnya secara berkala.
    5. Kompos daun siap digunakan dalam 3-6 bulan, ditandai dengan tekstur yang gembur dan berwarna cokelat kehitaman.

    Cara penggunaan:

    • Campurkan kompos daun dengan tanah sebelum menanam atau taburkan di sekitar tanaman sebagai mulsa.
    • Kompos daun membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

    10. Pupuk Kompos Buah:

    Bahan:

    • Sisa buah-buahan yang sudah busuk

    Langkah-langkah:

    1. Potong kecil sisa buah-buahan yang sudah busuk.
    2. Campurkan potongan buah dengan tanah atau kompos yang sudah jadi.
    3. Aduk rata dan biarkan campuran terurai secara alami.

    Cara penggunaan:

    • Campurkan hasil penguraian sisa buah dengan tanah sebelum menanam atau gunakan sebagai mulsa di sekitar tanaman.
    • Sisa buah yang terurai akan menjadi pupuk organik yang kaya unsur hara bagi tanaman.

    Selamat mencoba!