Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Essay 1. Jelaskan alasan mengapa silinder pada master silinder rem lebih kecil dari silinder caliper! 2. Jika pada unit sepeda motor digunakan rem cakram dan rem tromol maka rem tromol diletakkan di roda bagian yang mana? Berikan alasan anda. 3. Jelaskan 3 jenis APD yang diperlukan pada pekerjaan rem. 4. Jelaskan 2 jenis informasi yang harus diakses dari buku manual? 5. Sebutkan 3 jenis peralatan yang diperlukan dalam melakukan pemeriksaan rem? 6. Jelaskan jenis alat ukur untuk mengukur keolengan komponen cakram rem? 7. Jelaskan faktor apa saja yang diperiksa saat memeriksa komponen secara visual? 8. Jelaskan cara menentukan kondisi komponen, setelah diketahui hasil pengukuran terhadap komponen tersebut?​ ?

satriyadi.web.id

 

Jawaban:

Baik, saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda satu per satu dengan penjelasan yang rinci dan akurat.

1. Alasan mengapa silinder pada master silinder rem lebih kecil dari silinder caliper adalah:

– Master silinder berfungsi untuk menghasilkan tekanan hidrolik yang akan diteruskan ke caliper. Silinder yang lebih kecil pada master silinder akan menghasilkan tekanan yang lebih besar, sehingga dapat mendorong caliper dengan lebih kuat untuk menekan kampas rem ke cakram.

– Dengan silinder yang lebih kecil, gaya yang dihasilkan oleh master silinder akan lebih besar, sehingga dapat menggerakkan caliper dengan lebih efektif.

– Ukuran silinder master yang lebih kecil juga memungkinkan untuk menghasilkan volume fluida rem yang lebih sedikit, namun dengan tekanan yang lebih tinggi.

2. Pada unit sepeda motor, rem tromol biasanya diletakkan di roda belakang. Alasannya adalah:

– Roda belakang memiliki beban yang lebih besar saat kendaraan berjalan, sehingga membutuhkan sistem pengereman yang lebih kuat.

– Rem tromol memiliki kemampuan pengereman yang lebih baik untuk beban yang berat, sehingga cocok untuk dipasang di roda belakang.

– Penempatan rem tromol di roda belakang juga membantu menjaga kestabilan kendaraan saat pengereman, karena roda belakang memiliki peran yang lebih besar dalam menjaga keseimbangan.

3. Tiga jenis APD (Alat Pelindung Diri) yang diperlukan pada pekerjaan rem adalah:

– Sarung tangan, untuk melindungi tangan dari gesekan dan kontaminasi saat bekerja dengan komponen rem.

– Kacamata pelindung, untuk melindungi mata dari debu atau serpihan yang mungkin terlempar saat melakukan pekerjaan.

– Masker, untuk melindungi pernapasan dari debu atau partikel yang dihasilkan saat melakukan pekerjaan pada sistem rem.

4. Dua jenis informasi yang harus diakses dari buku manual adalah:

– Spesifikasi teknis komponen rem, seperti ukuran, toleransi, dan nilai-nilai yang harus dipenuhi.

– Prosedur perawatan dan perbaikan sistem rem, termasuk langkah-langkah yang harus diikuti serta alat-alat yang diperlukan.

5. Tiga jenis peralatan yang diperlukan dalam melakukan pemeriksaan rem adalah:

– Kunci torsi, untuk mengukur dan menyesuaikan torsi pengencangan komponen rem.

– Micrometer atau jangka sorong, untuk mengukur ketebalan kampas rem dan diameter cakram/tromol.

– Dial indicator, untuk mengukur keolengan cakram rem.

6. Alat ukur untuk mengukur keolengan komponen cakram rem adalah dial indicator. Dial indicator dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar keolengan atau ketidakrataan permukaan cakram rem, sehingga dapat ditentukan apakah cakram masih dalam batas toleransi atau perlu diganti.

7. Faktor-faktor yang diperiksa saat memeriksa komponen secara visual adalah:

– Keausan atau kerusakan pada kampas rem, cakram/tromol, dan komponen lainnya.

– Kebocoran pada sistem hidrolik rem.

– Keretakan atau kerusakan pada komponen-komponen rem.

– Kebersihan dan kondisi umum komponen rem.

8. Cara menentukan kondisi komponen setelah diketahui hasil pengukuran adalah:

– Bandingkan hasil penguku